Thursday, June 4, 2020

METODE PENDEKATAN PENILAIAN ASSET I 0812 1281 4843 WA



Siap melakukan survey Penilaian untuk seluruh Indonesia

Metode pendekatan penilaian yang di lakukan tim jasa appraisal ada bebera pendekatan yang semua sesuai dengan Standard Penilaian Indonesia dengan Tetap memegang teguh Kode etik Penilai Indonesia (KEPI) serta MAPPI yang berlaku. Adapun metode penilaian yang di maksud adalah:

PENDEKATAN & METODE PENILAIAN (SPI 105-5.1.12)
Dalam Penilaian Properti terdapat 3 (tiga) pendekatan penilaian, yaitu pendekatan data pasar, pendekatan biaya dan pendekatan pendapatan.

1. Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach)
Dengan pendekatan ini kami memperhatikan penjualan-penjualan yang terjadi bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti sejenis lainnya yang mengetahui dengan benar mengenai nilai-nilai properti sejenis, serta penawaranpenawaran sebanding. Pendekatan ini digunakan karena data pasar atas properti yang dinilai tersedia.

Pendekatan ini mempertimbangkan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi properti pengganti baru berdasarkan harga pasar yang berlaku saat ini untuk bahan-bahan, tenaga kerja, biaya pemborong, keuntungan dan pembayaran lainnya, tetapi tidak memperhitungkan adanya kerja lembur, bonus bagi tenaga kerja serta premi untuk bahan-bahan, kemudian dikurangi dengan penyusutan yang dihitung berdasarkan kondisi yang terlihat (observed condition) yang digambarkan oleh persepsi pasar atas kemunduran kondisi dari properti tersebut disamping mengadakan penyelidikan terhadap manfaat yang ada sekarang, bila dibandingkan dengan unit-unit baru yang sejenis yang menyangkut kapasitas dan kegunaan dari properti yang bersangkutan.
Penyusutan tersebut dihitung berdasarkan kerusakan fisik, seperti, aus, lapuk dan retak, kemunduran fungsional yang disebabkan oleh perencanaan yang kurang baik dan kemunduran ekonomis yang disebabkan oleh pengaruh dari luar seperti Peraturan Pemerintah atau Perkembangan Teknologi.

3. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Pendekatan ini berdasar pada konsep hubungan antara nilai dengan pendapatan dari suatu properti income producing. Nilai properti dihitung berdasarkan pada proyeksi jumlah Pendapatan bersih yang wajar yang diharapkan dapat dihasilkan oleh properti tersebut sepanjang umur ekonomis yang masih tersisa.Pebebasan Lahan Untuk kepentingan Umum Desa Bonkawir, Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Properti komersial dibeli untuk disewakan pada pihak lain. Pendapatan dimasa yang akan datang dari properti tersebut merupakan keuntungan bagi pemilik. Dari pengertian tersebut, nilai dari sutau properti tergantung pada kemampuan properti itu untuk mendapatkan keuntungan.

Dasar pemikiran dari Pendekatan Pendapatan adalah bahwa nilai pasar dari suatu properti kurang lebih sama dengan suatu modal yang mempunyai potensi untuk mendatangkan pendapatan.
Jika pendapatan bersih pertahun dianggap stabil selama masa operasional dan bersifat tak terhingga atau terus menerus, maka pendapatan bersih yang dihasilkan pada tahun tertentu oleh suatu properti dapat dikapitalisasi langsung menjadi nilai dari properti bersangkutan selama tingkat kapitalisasi yang yang digunakan adalah tingkat kapitalisasi (yield) yang berlaku umum di pasar properti bersangkutan. Metode ini disebut Kapitalisasi Langsung. Apabila pendapatan dari properti yang akan dinilai tidak dapat dianggap tetap, maka penilaiannya dapat menggunakan Metoda Arus Kas Terdiskonto atau lebih dikenal dengan istilah metode DCF (Discounted Cash Flow). 

Dengan pendekatan ini, nilai dari suatu properti adalah sejumlah nilai kini dari Net Operasional Income yang akan diperoleh dari hasil operasional properti tersebut termasuk didalamnya Terminal Value jika pada akhir tahun proyeksi diasumsikan masih terdapat sejumlah pendapatan yang akan berlangsung secara terus menerus dan stabil.


Hasil penilaian dengan metode Arus Kas Terdiskonto merupakan nilai dari keseluruhan bagian aset eksisitng yang mempunyai kontribusi langsung dalam operasional. Proses penilaian dengan metode ini meliputi antara lain:
a. Menentukan dan atau memprediksikan pendapatan yang akan diperoleh dari operasional properti bersangkutan, termasuk didalamnya termination value jika ada.
b. Menghitung Net Operating Income dengan cara mengurangi Gross Income dengan Total expenses.
c. Menghitung nilai kini dari NetOperating Income yang mungkin diperoleh dengan mendiskontokannya pada discount rate yang merefleksikan tingkat balikan yang diharapkan dari investasi jenis properti bersangkutan.
d. Menjumlahkan semua nilai kini dari Net Operating Income termasuk Terminal Value jika dalam penilaiannya menggunakan metode DCF kemudian ditambah dengan Estimasi Nilai Tanah yang masih bisa dikembangkan (Excess Land) diperoleh Indikasi Nilai Properti. Dan Seterus………….
Yang pastinya Semua metode pendekatan penilaian disesuaikan dengan objek, Tujuan penilaian asset itu sendiri. Demikian juga data yang pendukung yang dibutuhkan tentunya.

Detail informasi jasa appraisal yang KJPP Kampianus dan Partners berikan, dapat menghubungi kami langsung di no di bawah ini.



No comments:

Post a Comment